PENDAHULUAN

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (PKMK FK – KMK UGM) dan Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI) secara berkelanjutan untuk memonitor keberlangsungan dan keadilan penyelenggaraan program JKN dan pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Bukan hanya keadilan antar segmen peserta melainkan juga keadilan antar daerah.

Monitor program JKN yang dilakukan PKMK salah satunya dengan dengan memanfaatkan data sampel BPJS Kesehatan untuk menganalisis kondisi beban pembiayaan pelayanan kesehatan. Data tersebut di monitoring karena setiap tahunnya mengalami peningkatan dan menambah beban pembiayaan kesehatan. Pelayanan katastropik merupakan pelayanan yang paling banyak dimanfaatkan dalam dana JKN. Tahun 2017 ke tahun 2018 terjadi peningkatan berturut – turut 26% (2017), 12% (2018), 15% (2019) dan turun -12% tahun 2020 karena situasi pandemi. Data BPJS Kesehatan menggambarkan bahwa penyakit katastropik tahun 2020 menempati 25% – 31% dari total beban jaminan kesehatan. Beban jaminan kesehatan untuk penyakit katastropik secara nasional dapat dijelaskan dalam gambar 1.

Sumber: BPJS Kesehatan, 2022

Gambar 1. Beban Jaminan Kesehatan untuk Penyakit Katastropik (juta rupiah) dengan data sampel 1%.

Peningkatan beban pembiayaan pelayanan katastropik ini menjadi masalah karena keuangan negara (APBN) tidak memiliki sumber pendapatan yang masih terbatas. Selain itu, kondisi pandemi COVID-19 membuat pembiayaan kesehatan memiliki prioritas tambahan untuk penanganan wabah. Sementara sebelum pandemi COVID-19 pembiayaan kesehatan memiliki beban besar untuk penanganan defisi JKN. Kondisi kebutuhan untuk defisit JKN ini dapat kembali meningkat setelah pelayanan kesehatan di RS untuk pengobatan katastropik kembali normal.

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk peningkatan beban pembiayaan dalam JKN. Upaya terbaru yang menjadi fokus pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan saat ini adalah transformasi sistem kesehatan untuk merespons berbagai tantangan masa depan. Terdapat enam pilar transformasi yang akan dilakukan, salah satunya pilar pembiayaan kesehatan untuk memastikan pembiayaan yang memadai, adil, efektif dan efisien. Transformasi tersebut akan dicapai melalui enam strategi, antara lain: 1) Akselerasi produksi National Health Account (NHA); 2) Menjaga kecukupan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); 3) Meningkatkan manfaat promotif preventif melalui JKN dan Standar Pelayanan Minimal; 4) Insentif berbasis kinerja; 5) Peningkatan Koordinasi Antar Penyelenggara Asuransi (JKN dan Asuransi Kesehatan Swasta); dan 6) Kajian Teknologi Kesehatan (HTA) (Kementerian Kesehatan, 2022). Untuk itu, PKMK FK-KMK UGM mengajak pengambil keputusan dan berbagai pemangku kepentingan berdiskusi dalam Forum Nasional ke-12 membahas kondisi pembiayaan pelayanan katastropik dalam JKN dan penanganan yang akan dilakukan melalui transformasi pembiayaan kesehatan.

  TUJUAN

  1. Memperkuat pelaksanaan JKN dengan memanfaatkan data sampel BPJS Kesehatan
  2. Mengidentifikasi ide kebijakan untuk penanganan beban pelayanan penyakit katastropik 
  3. Mendukung transformasi kesehatan dalam pilar pembiayaan kesehatan

  WAKTU PELAKSANAAN

Hari, tanggal               : Selasa, 18 Oktober 2021
Waktu                         : 09.00 – 12.00 WIB

  AGENDA

WAKTU KEGIATAN
09.00 – 09.05 WIB Pembukaan
Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD – Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Ketahanan Industri Obat dan Alat Kesehatan & Guru Besar UGM
09.05 – 09.15 WIB Keynote Speech: Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, AAK – Direktur Utama, BPJS Kesehatan
Strategi BPJS Kesehatan dalam Memanfaatkan Data Sampel untuk Memperkuat Pelayanan Katastropik
Sesi Pemaparan, Pembahasan dan Diskusi
09.15 – 09.45 WIB
 
M. Faozi Kurniawan, MPH  (Peneliti PKMK FK-KMK UGM)
Kondisi Utilisasi dan Portabilitas Pelayanan Penyakit Katastropik di Indonesia 
  1. dr. Yasyudan Rastrama Putra, SpPD – Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSIA Aisyiyah Klaten
    Utilisasi Pelayanan Kanker di Indonesia
  2. dr. Real Kusumanjaya Marsam, M.Kes, SpJP(K) – Dokter Spesialis Penyakit Jantung di RSUP Dr Sardjito
    Utilisasi Pelayanan Jantung di Indonesia
09.45 – 09.55 WIB Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt. M.Kes
(Ketua Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK) FK-KMK UGM)
Mendorong Transformasi Pembiayaan Kesehatan Berkeadilan, Efektif, dan Efisien  
09.55 – 10.20 WIB Pembahas

  1. dr. Yuli Farianti, M.Epid – Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan (Pusjak PDK), Kementerian Kesehatan
  2. dr. Lily Kresnowati, M.Kes – Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan
10.20 – 10.45 WIB Diskusi
Sesi Presentasi Policy Brief Topik JKN dan Pembiayaan Kesehatan
10.45 – 10.55 WIB Penayangan Video Policy Brief I

Defisit Pembiayaan JKN-KIS: Ancaman dan Peluang untuk Keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional
(Dara Puspita, Rahayu Titis, Mefi Raviqa, Dewa Ngakan Gde Wahyu Mahatma Putra)

10.55 – 11.05 WIB Penayangan Video Policy Brief II

Inovasi Pembiayaan Kesehatan untuk Keberlanjutan Layanan Pengobatan Kanker
(Adiatma Y. M. Siregar, Chriswardani Suryawati, Mutia A. Sayekti, Donda R.V. Hutagalung, Eka Pujiyanti, Indah P. Suwandi, Sri R. Novita, Irvan J. Prasetyo)

11.05 – 11.30 WIB Pembahasan Policy Brief

  1. Bidang Pembiayaan Kesehatan, Pusjak PDK Kementerian Kesehatan
  2. Elsa Novelia – Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan, BPJS Kesehatan
11.30 – 11.35 WIB Penutupan