PENGANTAR

Kementerian Kesehatan mencanangkan 6 Pilar Transformasi Sistem Kesehatan dimana hal ini merespon dari kejadian pandemi COVID-19 yang telah menyebabkan gangguan terhadap pelayanan kesehatan dan memiliki dampak sosial lainnya. Transformasi sistem kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas, akuntabilitas dan pemerataan pelayanan kesehatan. Salah satu pilar yang dicanangkan adalah Transformasi Layanan Rujukan, yaitu dengan perbaikan mekanisme rujukan dan peningkatan akses dan mutu layanan rumah sakit. 

Terbitnya PP 47 tahun 2021  tentang penyelenggaraan bidang perumahsakitan yang merupakan turunan dari UU Ciptakerja, mengubah klasifikasi rumah sakit yang sebelumnya mengatur tentang tingkat pelayanan masing-masiing kelas rumah sakit, saat ini memberikan kebebasan kepada penyelenggara bidang perumahsakitan untuk menentukan pelayanan yang akan disediakan dan diunggulkan. Di lain sisi, penyelenggaraan layanan rujukan  harus memberikan kemudahan kepada penduduk Indonesia dalam mengakses pelayanan kesehatan dari sisi jarak maupun kualitas. Transformasi layanan rujukan ini, merupakan momentum bagi rumah sakit untuk melakukan tinjauan ulang dalam meyusun strategi pengembangan layanan sehingga dapat menjadi jembatan bagi keberhasilan transformasi layanan rujukan  dalam transformasi sistem kesehatan.  Fokus kementian kesehatan dalam transformasi layanan rujukan menitikberatkan kepada pengembangan layanan dalam menangani 9 penyakit prioritas, sehingga dari berbagai pihak memerlukan kontribusi dan sinergi sehingga fokus penanganan 9 penyakit prioritas ini dapat terlaksana dengan efektif.

  TUJUAN

  1. Meningkatkan pemahaman berbagai pihak mengenai pilar transformasi layanan rujukan yang dicanangkan kementrian kesehatan
  2. Mendorong rumah sakit agar lebih siap merespon transformasi layanan rujukan
  3. Mendorong rumah sakit untuk melakukan tijauan kembali rencana strategis pengembangan rumah sakit

TARGET PESERTA

  1. Rumah Sakit Jejaring Rujukan JKN
  2. Dinas Kesehatan Provinsi & Kabupaten/Kota
  3. Pusat penelitian kesehatan
  4. Asosiasi profesi kesehatan 
  5. Asosiasi pelayanan kesehatan 
  6. Mahasiswa S2 dan S3 kebijakan kesehatan masyarakat

  WAKTU PELAKSANAAN

Hari, tanggal               : Selasa, 25 Oktober 2022
Waktu                         : 08.00 – 12.00 WIB

LINK ZOOM

Meeting ID : 837 7984 9595
Passcode : TOPIK7
Streaming: Youtube PKMK FK-KMK UGM

  AGENDA

WAKTU AGENDA
08.30 – 08.35 WIB  Pembukaan
Andreasta Meliala, Dr. dr. DPH., MKes, MAS (Direktur PKMK FKKMK UGM)
Sesi I: Presentasi Policy Brief
08.35 – 09.00 WIB  Presentasi Policy Brief 
Kebijakan E-Rujukan Balik dari Rumah Sakit ke Puskesmas untuk Kesinambungan Layanan Kesehatan – AsriadiPembahasan Policy Brief
Andreasta Meliala, Dr. dr. DPH., MKes, MAS (Direktur PKMK FK-KMK UGM)
Sesi II: Paparan Keynote
09.00 – 09.30 WIB Keynote Speech: Dr. dr. Youth Savitri, MARS
Strategi Kementerian Kesehatan dalam mewujudkan Transformasi Layanan Rujukan 
09.30 – 09.45 WIB Diskusi dan Tanya Jawab
Sesi III: Peran Berbagai Stakeholders Dalam Mendukung Transformasi Layanan Rujukan
09.45 – 10.15 WIB Narasumber:
drg. Pembajun Setyaningastutie, M.Kes (Dinkes DIY)– Peran Dinas Kesehatan Provinsi dalam mendukung transformasi layanan rujukan
10.15-10.30 WIB Diskusi dan Tanya Jawab 
10.30 – 10.45 WIB Istirahat
Sesi IV: Strategi Rumah Sakit Dalam Merespons Transformasi Layanan Rujukan
10.45– 11.15 WIB Narasumber:
Dr. dr. Sri Mulatsih, Sp.A(K)., MPH (RSUP Sardjito) – Peran RS Pusat dalam mendukung transformasi layanan rujukan
11.15 – 11.30 WIB Diskusi dan Tanya Jawab
11.30 – 12.45 WIB Kesimpulan dan Penutup