PENGANTAR

Pembangunan kesehatan tidak dapat terlepas dari penggunaan data dan informasi kesehatan. Data kesehatan merupakan angka dan fakta kejadian berupa keterangan dan tanda – tanda, yang secara relatif belum bermakna bagi pembangunan kesehatan. Sedangkan informasi kesehatan merupakan data kesehatan yang sudah diolah dan diproses menjadi bentuk yang bermakna serta bernilai bagi pengetahuan dan pembangunan kesehatan. 

Banyak data kesehatan diperoleh baik melalui survey, program surveilans, monitoring, maupun evaluasi yang secara rutin dilakukan oleh otoritas – otoritas kesehatan baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. Analisis data kesehatan tersebut memegang peranan krusial dalam mendukung proses perencanaan, penganggaran, pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, maupun perbaikan sistem kesehatan dengan didasarkan pada bukti.

Data juga merupakan bagian dari evidence untuk menjadi suatu dasar bukti dalam menyusun dan menetapkan suatu kebijakan melalui analisis. Hasil analisis dapat berupa Knowledge Translation Product (Produk Penerjemahan Pengetahuan) yang memiliki fungsi untuk mengisi gap antara pengetahuan dan kebutuhan praktik yang ditujukan kepada pengambil keputusan dan pemangku kepentingan. Untuk dapat menyampaikan hasil tersebut dibutuhkan strategi advokasi kebijakan yang dapat dilakukan oleh analis kebijakan. Teknik advokasi ini menjadi penting, karena menjadi jembatan bagi produk penerjemahan pengetahuan yang berisikan usulan rekomendasi untuk masuk ke dalam proses kebijakan pemerintah.

  TUJUAN

Diskusi topik Fornas 2022 ini bertujuan untuk:

  1. Memahami bentuk dan manfaat dari data sekunder bagi analis kebijakan.
  2. Memahami teknik advokasi kebijakan yang dapat dilakukan oleh analis kebijakan.

  WAKTU PELAKSANAAN

Hari, tanggal               : Rabu, 19 Oktober 2022
Waktu                         : 10.00 – 12.30 WIB

  AGENDA

Pukul Topik Analis Kebijakan
10.00 – 10.10 WIB Pembukaan
Prof. dr. Laksono Trisnantoro, Msc, PhD – Guru Besar FK-KMK UGM dan Staf Khusus Menteri Kesehatan bidang Ketahanan (Resiliency) Industri Obat dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan
10.10 – 10.40 WIB
  1. Interpretasi Data Kualitatif dan Kuantitatif untuk Analis Kebijakan (15′)
    Dr. dra. Dumilah Ayuningtyas, MARS – Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia
  2. Metode Realist Evaluation untuk Analis Kebijakan (15′)
    dr. Likke Prawidya Putri, MPH, Ph.D (cand) – Dosen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, FK-KMK, UGM
  3. Teknik Advokasi Kebijakan untuk Analis Kebijakan (15′)
    Gabriel Lele, M.Si, Dr.Phil – Dosen Manajemen dan Kebijakan Publik, FISIPOL, UGM
10.40 – 11.20 WIB Diskusi
Sesi Presentasi Policy Brief
11.20 – 11.30 WIB Penayangan Video Policy Brief I
Keamanan Data Kesehatan: Tantangan dan Rekomendasi Arah Pengambangan – Lutfan Lazuardi, Bagas Suryo Bintoro, Zakiya Ammalia Farahdilla
11.30 – 11.40 WIB Penayangan Video Policy Brief II
Integrasi Pelayanan Kesehatan Mental Berbasis Telehealth – Mandira Ajeng Rachmayanthy
11.40 – 11.50 WIB Penayangan Video Policy Brief III
Data Pelaporan dan Data Survei: Perlukah Dipertentangkan? – Luna Amalia, Meilinda, Melyana Lumbantoruan, Nirmala A. Ma’ruf, Novi Budianti, Nurul Puspasari, Syachroni
11.50 – 12.10 WIB Pembahasan Policy Brief

  1. Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan
  2. Direktorat Tata Kelola Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan
12.10 – 12.20 WIB Penutupan